Studi Etnobotani Jariangau (Acorus Calamus) pada Struktur dan Wilayah Tertentu

Authors

  • Sari Indriyani Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
  • Nia Kurnia Asih Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Keywords:

Etnobotan, Desa Banyu Irang, Jeriangau, Tumbuhan Berkhasiat

Abstract

Jeriangau (Acorus calamus) merupakan tumbuhan yang memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat Desa Banyu Irang, Banjarbaru. Tanaman ini dikenal dengan berbagai khasiat medis dan peranannya dalam kepercayaan lokal sebagai pengusir setan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan jeriangau dalam konteks etnobotani, dengan fokus pada manfaat kesehatan dan kepercayaan spiritual masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara dan observasi terhadap masyarakat Desa Banyu Irang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jeriangau tidak hanya digunakan dalam pengobatan tradisional, tetapi juga memiliki nilai sakral sebagai alat untuk mengusir roh jahat. Melalui kajian ini, tumbuhan jariangau memiliki manfaat berupa sumber informasi tertulis terhadap masyarakat Banjar berupa kajian etnobotani sehingga jeriangau berperan penting dalam budaya dan kearifan lokal masyarakat Banjarbaru.

References

Abidin, M.Zainal, Sri Amintarti dan Dharmono. 2024. Kajian Etnobotani Jeringau (Acorus calamus L.) pada Masyarakat Dayak Bakumpai Desa Lepasan Kabupaten Barito Kuala. Jurnal Wahana Bio. Vol 16, No.2

Achmad, I. E. 2010. Isolasi dan Identifikasi Struktur Molekul Serta Uji Aktivitas Antimikroba Senyawa Kimia dari Ekstrak n-Heksana Rimpang Dringo. Skripsi. Jurusan Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia

Dalambide, Muhammad Jolianda Saputra dan Sri Amintarti. 2025. Kajian etno-farmakologi dan etno-sosioantropologi tumbuhan Jariangau, kayu bulan, dan sangkareho pada Suku Dayak Bakumpai Kabupaten Barito Kuala. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Biologi. Universitas Lambung Mangkurat. Vol 1 No. 2.

Hartati, S., Atiek, S., dan Eka I. A. 2012. Isolasi β-asaron dari Rimpang Dringo (Acorrus calamus Linn. Serta Uji Aktivitas Antimikroba. Jurnal Bahan Alam Indonesia, 8(2): 85.

Haryanto, S. Ensklopedia Tanaman Obat Indonesia. Yogyakarta: Palmall, 2010.

Nurhanifa. Fitria, dan Kaspul. 2025. Pemanfaatan Jenis Rumbuhan sebagai bahan ritual adaat pada Suku Banjar dan Suku Dayak Bakumpai di Kalimantan Selatan-Kajian etno-sosioantropologi. Prosiding Seminar Nasionaal Pendidikan Biologi. Vo.1.No.2

Hasan. M. N. 2015. Pengaruk Ekstrak Rimpang Jeringau (Acorus calamus L.) Antifungi Secara in Vitro. Skripsi. Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Univervitas Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

Ramadhan, Muthia Hana, Nurul Hidayati Utami, Mahrudin. 2023. Studi Etnobotani Tumbuhan Jaruju pada MAsyarakat Banjar Desa Pagatan Besar, Kabupaten Tanah Laut. Jurnal Jeumpa: Jurnal Pendidikan Sains & Biologi. Vol 10.No 1

Rita, W. S., Kawuri, R., Swantara, I. M. D. 2014. The Essential Oil Contents of Jeringau (Acorus calamus L.) Rhizomes and Their Antifungal Activity Against Candida albicans. Journal of Health Sciences and Medicine UNUD Journals, 1(1): 33-38.

Silalahi, M. (2018). Senyawa Bioaktif Pada Acorus Calamus (L.) Dan Pemanfaatannya Sebagai Obat Kanker dan Antimikroba. Jurnal Dinamika Pendidikan, 11(1), 95-108.

Sukmawati, N.A. (2015). Isolasi, Identifikasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Daun Dlingo (Acorus calamus Linn). Skripsi. Universitas Negeri Sebelas Maret.

Urrahmah, Noor Syifa dan Muhammad Zaini. 2025. Kajian etno-sosioantropologi tumbuhan pada Masyarakat Banjar Desa Pematang Karangan Hulu Kebupaten Tapin.Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Biologi. Vo.1 No.1

Downloads

Published

2026-01-14

Issue

Section

Articles