Penerapan Aktivitas Playground dalam Meningkatkan Keterampilan Motorik Kasar Anak Berkebutuhan Khusus

Authors

  • Neiliya Rahmy Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
  • Fina Ulfiana Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
  • Aulia Ulfah Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
  • Miftahul Aula Sa’adah Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
  • Ivana Agustin Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

DOI:

https://doi.org/10.70943/jsh.v3i2.84

Keywords:

Anak Berkebutuhan Khusus, Motorik Kasar, Playground

Abstract

Perkembangan motorik kasar merupakan aspek penting dalam tumbuh kembang anak, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK) yang sering mengalami keterlambatan dalam penguasaan keterampilan gerak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya stimulasi motorik kasar bagi anak berkebutuhan khusus (ABK), khususnya anak dengan autisme, yang seringkali mengalami hambatan dalam keseimbangan, koordinasi, dan keberanian fisik. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan penerapan aktivitas playground dalam meningkatkan keterampilan motorik kasar serta menganalisis strategi guru dalam mengatasi tantangan pembelajaran inklusif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek dua guru dan tiga anak ABK di Sekolah Sukacita. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas playground, seperti berjalan di papan titian, melompat, dan permainan berbasis gerak, mampu meningkatkan keseimbangan, koordinasi, kepatuhan, serta keberanian anak. Guru menerapkan strategi berupa pemanasan, scaffolding (dukungan bertahap), dan peer tutoring (dukungan teman sebaya) yang terbukti efektif dalam memotivasi anak untuk mencoba aktivitas fisik baru. Meskipun demikian, guru menghadapi tantangan berupa keterbatasan fasilitas, variasi kemampuan anak, dan minimnya keterlibatan orang tua dalam latihan lanjutan di rumah. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya sekolah dan guru secara konsisten merancang aktivitas bermain berbasis playground sebagai strategi pembelajaran inklusif yang efektif, sekaligus melibatkan orang tua untuk memperkuat stimulasi di luar sekolah.

References

Adhitama, S. S. (2016). Implementasi Growing Garden pada Perancangan Sekolah dan Tempat Terapi Khusus Anak Autisme di Surabaya. Intra, 4(Vol 4, No 2 (2016): Desain Interior 2015/2016), 60–71. http://publication.petra.ac.id/index.php/desain-interior/article/view/4614%0Ahttps://publication.petra.ac.id/index.php/desain-interior/article/download/4614/4229

Adriana, D. (2011). Tumbuh Kembang dan Terapi Bermain pada Anak. Jakarta: Salemba Medika.

Arief, F. H., & Ihsan, M. (2018). Sistem Playground untuk TK Inklusi Sebagai Terapi Perencanaan Motorik. Jurnal Tingkat Sarjana Senirupa Dan Desain, 2(1), 1–8. https://www.neliti.com/publications/180109/sistem-playground-untuk-tk-inklusi-sebagai-terapi-perencanaan-motorik

Aziz, H., Ajhuri, K. F., & Humaida, R. (2021). Efektifitas Permainan Bola dan Rintangan untuk Stimulasi Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 4-6 Tahun. Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini, 6(4), 169–178. https://doi.org/10.14421/jga.2021.64-01

Bandura, A. (1986). Social Foundations of Thought and Action: A Social Cognitive Theory. Englewood Cliffs: Prentice-Hall.

Depdiknas. (2004). Pendidikan Inklusif: Konsep dan Implementasi. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Farida, A. (2016). Urgensi Perkembangan Motorik Kasar Pada Perkembangan Anak Usia Dini. Raudhah, IV(2), 2338–2163.

Fikriyati, M. (2013). Perkembangan Anak Usia Emas (Golden Age). Laras Media Prima.

Fitrian, S., Ismaniar, & Putri, L. D. (2025). Terapkan Safetyplay untuk Mencegah Bahaya pada Anak Usia Dini saat Bermain Playground. Dewantara : Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora, 4(1), 124–132. https://doi.org/10.30640/dewantara.v4i1.3841

Hannant, P., Tavassoli, T., & Cassidy, S. (2016). The role of sensorimotor difficulties in autism spectrum conditions. Frontiers in Neurology, 7(1), 1–11. https://doi.org/10.3389/fneur.2016.00124

Hidayanti, M. (2013). Peningkatan kemampuan motorik kasar anak melalui permainan bakiak. Jurnal Pendidikan Usia Dini, 7(1), 195–200. https://www.neliti.com/id/publications/117598/peningkatan-kemampuan-motorik-kasar-anak-melalui-permainan-bakiak

Hurlock, E. B. (2012). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga.

Hurriyati, D., & Safitri, A. (2022). Metode Playmate Sensory Path Terhadap Keterampilan Motorik Kasar Anak Usia 4-5 Tahun Di Paud Pelangi Desa Tanjung Tambak Baru. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN), 6(1), 613–618.

Izdihar, J. K., & Anwar, D. R. (2020). Desain Taman Sekolah untuk Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Alam Bogor. Jurnal Lanskap Indonesia, 11(2), 59–70. https://doi.org/10.29244/jli.v11i2.26296

Krathwohl, D. R. (2002). A Revision of Bloom's Taxonomy: An Overview. Theory into Practice, 41(4), 212–218.

Mahmud, B. (2018). Urgensi Stimulasi Kemampuan Motorik Kasar Pada Anak Usia Dini. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 12(1), 76–87. https://doi.org/10.30863/didaktika.v12i1.177

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1992). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook. California: Sage Publications.

Nordin, A. M., Islmail, J., & Nor, N. K. (2021). Motor Development in Children With Autism Spectrum Disorder. Frontiers in Pediatrics, 9(1), 1–7. https://doi.org/10.3389/fped.2021.598276

Qori, E. W. Z. (2023). Peningkatan Kreativitas Anak Melalui Model Scaffolding Pada Pembelajaran Di Sekolah Penyelenggara Program Layanan Peserta Didik Cerdas Istimewa Bakat Istimewa Increasing Children’S Creativity Through Scaffolding Model in Special Intelligent Children and T. Jurnal Diklat Keagamaan, 17(1), 33–47.

Rachmawati, N., & Irawan, F. A. (2025). Implementasi Permainan Tradisional Engklek Dalam Mengetahui Perkembangan Motorik Anak. Jurnal Ilmiah Penjas (Penelitian, Pendidikan Dan Pengajaran), 11(1), 1–12. https://doi.org/10.36728/jip.v11i1.3773

Salsabila, Z. S., & Pratama, R. S. (2025). Membangun Keterampilan Motorik Kasar Anak Usia Dini Melalui Olahraga. Khirani: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(1), 27–39. https://doi.org/10.47861/khirani.v3i1.1465

Sujiono, Y. N. (2013). Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: PT Indeks.

Suryadi, Y., Puspitasari, D., & Widodo, H. (2022). Pemanfaatan Areal Bermain Untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Dan Sensorik Anak Tk Pertiwi Dusun Semaya, Karanglewas. Jurnal Abdi Insani, 9(2), 438–447. https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v9i2.551

Sutriyanti, & Muspawi, M. (2024). Jenis-Jenis Data Dalam Ilmu Pendidikan Pendekatan Kualitatif Dan Kuantitatif. Jurnal Edu Research, Indonesian Institute For Corporate Learning And Studies (IICLS), 5(4), 195–200.

Widayanti, M. D., Hasibuan, R., Rakhmawati, N. I. S., & Saroinsong, W. P. (2023). Peningkatan Kemampuan Motorik Kasar Melalui Permainan Tradisional pada AUD di SIKL. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(6), 6493–6504. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i6.4682

Xing, Y., & Wu, X. (2025). Effects of Motor Skills and Physical Activity Interventions on Motor Development in Children with Autism Spectrum Disorder: A Systematic Review. Healthcare (Switzerland), 13(5). https://doi.org/10.3390/healthcare13050489

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Cambridge, MA: Harvard University Press.

Downloads

Published

2026-01-14

Issue

Section

Articles